Daun Wangi yang Segar
Konon, kaisar Cina bernama Shen Nung menemukan daun teh pada tahun 2737 SM. Saat itu sang kaisar sedang merebus air dekat semak-semak. Tak sengaja, kualinya kemasukan daun kering semak-semak tersebut. Daun kering itu ternyata membuat air terasa enak dan menyegarkan. Kaisar lalu menamai daun kering tersebut sebagai teh. Sejak itulah semak-semak teh ditanam. Daunnya dipakai untuk membuat minuman yang menyegarkan.
Teh yang Dihargai
Orang Cina dan Jepang sangat menghargai teh. Orang Cina memakai cangkir porselin untuk minum teh. Bagi orang Jepang, acara minum teh tidak bisa dilakukan dengan sembarangan. Mereka mempunyai aturan yang ketat untuk menyeduh dan minum teh.
Hmm, kenapa orang Cina dan Jepang sangat menghargai teh, ya? Pertama, karena wanginya teh dapat menenangkan jiwa yang gelisah. Orang Jepang sampai membuat tradisi minum teh yang rumit agar memperoleh ketenangan sempurna dari teh.
Kini, penelitian modern juga menunjukkan teh banyak mengandung zat yang berguna. Yaitu, zat antioksidan, zat asam amino, zat gula, vitamin C, vitamin E, vitamin B kompleks, kalsium, fluor, dan fosfat. Bahkan, teh mengandung vitamin C lebih banyak dibanding buah apel dan tomat.
Tidak Sembarang Seduh
Ssst, ternyata cara menyeduh teh itu ada aturannya, lo. Untuk mendapatkan rasa teh yang enak, jenis air seduhan sangat penting. Air terbaik untuk menyeduh teh adalah air tanah (air sadah). Air juga sebaiknya direbus pada suhu yang tepat, tergantung jenis tehnya.
Misalnya, untuk menyeduh teh hijau, air tidak boleh sampai mendidih. Air seduhan teh hijau sebaiknya bersuhu 70-80 derajat Celcius. Air ini ditandai dengan munculnya gelembung-gelembung kecil saat direbus.
Nah, untuk menyeduh teh hitam, air justru harus mendidih 90-100 derajat Celcius. Suhu ini dicapai saat muncul gelembung-gelembung besar di air rebusan.
Hmm, jika cara menyeduh teh sudah benar, maka cara minum teh sebaiknya juga benar. Teh paling baik diminum saat hangat-hangat kuku. Teh juga sebaiknya diminum paling lama 1 jam setelah diseduh. Soalnya, daun teh akan mengeluarkan zat asam setelah 1 jam diseduh. Zat asam ini tidak baik bagi tubuh manusia.
Ssst, apakah anak-anak boleh minum teh? Yups, anak-anak dianjurkan minum teh dua kali sehari. Tapi, bukan teh kemasan, ya! Karena teh kemasan banyak mengandung zat gula buatan dan zat pengawet.
Anak-anak sebaiknya minum teh segar yang baru diseduh. Teh segar mengandung banyak zat antioksidan. Zat antioksidan berguna untuk melancarkan proses pengiriman zat gizi ke otak. Jika kiriman zat gizi ke otak lancar, maka otak dapat bekerja baik. Otak pun bisa jadi lebih cerdas.
(Johanna Ernawati)
Narasumber: Yanti. Quality Control Manager. Pabrik Teh Gunung Mas. PT Perkebunan Nusantara VIII. Puncak, Bogor.
Sumber : Bobo
Tidak ada komentar:
Posting Komentar